Sehari di Semarang

Jadi ceritanya waktu itu adik saya mau ikut tes jalur mandiri UGM, dan papa memutuskan untuk ambil cuti dan kami ke jogja berempat. Papa ambil cuti tiga hari: Jumat, Senin, Selasa. Jumat untuk perjalanan menuju Jogja, Sabtu untuk istirahat dan survei lokasi, Minggu jadwal tes, Senin kosong, dan Selasa perjalanan balik ke Bandung. Entah bagaimana awalnya, akhirnya kami memilih untuk mengisi hari Senin dengan pergi ke Semarang, alih-alih jalan-jalan di Jogja.

Senin pagi sekitar jam 6 kamipun berangkat ke Semarang. Sekitar jam 9 udah masuk wilayah Semarang. Panasssss banget! AC di mobil hampir gak kerasa huhu. Sekitar jam 10 setelah keluar tol, papa mendapati suhu mesin mobil naik, sampai muncul warning! Sempat berhenti sebentar biar mobilnya istirahat dan suhu mesinnya turun. Lalu lanjut ke tujuan pertama: Masjid Agung Jawa Tengah.

🕌 MASJID AGUNG JAWA TENGAH 🕌

Tujuan pertama kali ini yaitu Masjid Agung Jawa Tengah. Lokasi masjid ini ada di Jalan Gajah Raya, gak terlalu jauh dari pintu tol Gayamsari. Salah satu daya tarik masjid ini adalah Menara Al-Husna yang berketinggian 99 meter. Karena belum masuk waktu solat, kami memutuskan untuk naik ke menara ini dulu.

Untuk naik ke atas menara, dikenakan biaya 7.500 rupiah. Di lantai paling atas menara ini ada teropong untuk mengamati kota Semarang lebih dekat. Puas lihat-lihat Semarang dari ketinggian, kamipun turun dan berencana ngadem di dalam masjid sambil menunggu waktu Zuhur.

Processed with VSCO with c7 preset

dari atas menara Al-Husna

Di serambi masjid ini ada 25 pilar bergaya koloseum yang dihiasi kaligrafi, melambangkan 25 nabi dan rasul. Terus ada juga payung-payung yang mirip di masjid nabawi itu loh. Awalnya payung-payung ini dibuka setiap hari jumat. Namun karena biaya operasionalnya gak sedikit, sekarang cuma dibuka pada hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Processed with VSCO with c7 preset

payung dan pilar

Waktu masuk masjidnya, wah keren yaaa. Arsitektur di dalemnya gaya Jawa gitu. Di depan pintu masuk masjid dipajang Al Qur-an raksasa berukuran 145 cm x 95 cm (maaf lupa foto -_-).

Processed with VSCO with c7 preset

dalam masjid

🚗 MOBIL MAKIN PANAS 🚗

Setelah dari Masjid Agung, papa ngecek lagi mesin mobilnya dan berkesimpulan bahwa kami harus ke bengkel saat itu juga. Bersyukur nemu bengkel yang punya ruang tunggu yang nyaman dan kami dikasih minuman pula. Setelah dicek, ternyata mobilnya ‘dehidrasi’ parah dan akan selesai diperbaiki sekitar jam 4 sore.

😰

Karena belum makan siang, yang kepikiran saat itu ya cuma: makan apa dan di mana. Bersyukur lagi karena tepat di seberang bengkel ada KFC, langsung lah kami nyebrang.

Abis makan akhirnya pesan grab car untuk ke Sam Poo Kong. Seperti kota besar lainnya, ternyata Semarang macet juga. Kami sampai di Sam Poo Kong setelah sekitar 30 menit perjalanan.

SAM POO KONG

Kelenteng Sam Poo Kong ini lokasinya ada di Jalan Simongan Raya no. 129. Kalau naik taksi online ya ketik aja “sam poo kong” sih haha. Tiket masuknya untuk di pelataran aja 8.000 rupiah. Kalau mau masuk ke bangunan kelentengnya tiketnya 20.000.

Processed with VSCO with c7 preset

gerbang depan Sam Poo Kong

Kami sampai sini jam 2 siang dan itu panas banget ☀ Kalau ke sini kayaknya lebih enak pagi atau sore setelah jam 4 mungkin ya. Biar gak kepanasan, dan gak kesilauan juga. Asli silau banget. Kami lebih banyak duduk di bawah pohon daripada lihat-lihat kelentengnya. 😁

Processed with VSCO with c7 preset

silau

Processed with VSCO with c7 preset

dari tempat berteduh

Kami gak lama di sini. Sekitar jam 3 pesan taksi online lagi untuk ke balik ke bengkel. Sampai bengkel kami nunggu sebentar sambil booking hotel.

Selanjutnya ke lawang sewu.

🏛 LAWANG SEWU 🏛

Processed with VSCO with c7 preset

Lawang Sewu

Sampai di Lawang Sewu jam 5 kurang sedikit. Lawang Sewu ini letaknya di dekat tugu muda Semarang. Tiket masuknya 10.000 rupiah untuk dewasa dan 5.000 rupiah untuk anak-anak dan pelajar. Ada jasa tour guide juga, dengan biaya 50.000 *kalau gak salah*. Kami sih gak pakai tour guide lah ya kan cuma pengen lihat-lihat gak pengen mikir haha.

Lawang Sewu dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1904. Waktu itu, bangunan ini digunakan sebagai kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang merupakan perusahaan kereta api di Hindia Belanda. Sekarang, lawang sewu dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia dan menjadi salah satu bangunan kuno bersejarah yang dilindungi di Semarang. Beberapa ruangan kini difungsikan sebagai museum kereta api, ada miniatur dan foto-foto sejarah perkereta-apian Indonesia. *iya ini infonya hasil googling*

Processed with VSCO with 5 preset

lawang

Processed with VSCO with c7 preset

replika kereta zaman dulu

Lokasi wisata ini terkenal cukup instagramable. Banyak yang foto-foto niat gitu pake DSLR dan pose tertentu, kayak lagi foto endorse. Entahlah.

Processed with VSCO with c7 preset

itu orang-orang di ujung sana lagi foto endorse *kayaknya*

🛌 HOTEL TJIANG RESIDENCE 🛌

Menjelang maghrib kami ke hotel yang udah dibooking tadi. Agak susah nyari lokasinya. Dan ternyata hotel ini ada di kawasan pecinan. Konsep hotelnya pun oriental banget. Fasilitasnya cukup baik, dan kamarnya model hotel modern. Yang paling top adalah harganya yang murah! Perkamarnya (untuk 2 orang) hanya 159.000 rupiah saja lho. Iya sih memang pas weekday dan bukan masa liburan.

Processed with VSCO with c7 preset

kamar di Tjiang Residence

🐟 BANDENG JUWANA 🐟

Malamnya kami keluar untuk cari makan malam dan beli oleh-oleh. Oleh-oleh khas Semarang tentunya Bandeng Juwana. Kami ke pusatnya di Jalan Pandanaran, dan ternyata di lantai 2 toko oleh-oleh ada restorannya juga. Ya udah kami makan malam di sini. Saya pesan sate bandeng yang rasanya biasa aja. Makanan lainnya juga biasa aja. Pantesan sepi hehehehe. Kalau harganya memang murah sih, semua di bawah 20.000.

Processed with VSCO with c7 preset

sate bandeng

Setelah makan, papa borong bandeng buat orang kantor. Selain bandeng banyak makanan lain juga kayak keripik gitu. Adik saya beli lumpia. Saya beli almond crispy. Perasaan dulu almond crispy khas Surabaya deh. Sekarang di Semarang juga ada. Di Kartika Sari Bandung bahkan juga ada. 😂

Processed with VSCO with c7 presetProcessed with VSCO with c7 preset

Yang menarik perhatian saya di toko ini adalah pajangan tanda tangan selebritis atau orang terkenal yang menghiasi hampir seluruh dinding toko. Jadi kalau ada seleb atau orang terkenal ke sini mereka akan foto dan nulis kesan pesan gitu, terus dibingkai dan dipajang. Banyak banget deh bingkainya, ada yang udah dari tahun 90-an pun.

🛣 PULANG 🛣

Setelah dari Bandeng Juwana kami kembali ke hotel dan besok paginya pulang ke Bandung. Lewat jalan tol baru lho, Tol Pejagan-Pemalang. Tapi menurut saya kurang asik lewat jalan ini. Lebih asik lewat pantura yang pemandangannya selalu laut!

Overall seneng banget bisa main di Semarang! Kalau ada kesempatan saya pingin ke Semarang lagi. Kemarin belum sempat ke toko oen, brown canyon, kampung pelangi, dan beli lekker Semarang yang terkenal itu huhu banyak ya. 😁

See you next holidayyyyy~!

 

 

Advertisements

Pensiunnya Laptop

Dia pertama sampai di tanganku pada Februari 2013. Laptopku sebelumnya ukurannya 14 inch, agak teralu berat untuk dibawa-bawa. Kebetulan waktu itu ada kuliah yang mengharuskan bawa laptop tiap minggu. Tentu aku senang sekali saat mendapat laptop 11.6 inch sebagai pengganti. Sejak pertama kali hadir, dia telah menemaniku menyelesaikan tugas presentasi, bikin laporan, baca e-book, sampai bikin skripsi, dan tentu saja nonton Running Man serta drama korea. Desember 2015 pernah hampir hilang di toilet PVJ karena ketinggalan, hehehe ternyata masih rejeki dan masih bisa bersama sampai Desember 2017.

Di postingan ini aku mau bilang terima kasih. Dia laptop pertama yang jadi punyaku 100%. Menemani kehidupan perkuliahan dan permainan selama S1. Jadi saksi ngerjain laporan praktikum yang seminggu ada 4 biji. Juga jadi saksi malesnya aku bikin skripsi. Terima kasih untuk gak pernah ngambek dan selalu bekerja lancar-lancar jaya.

Baca kronologi rusaknya laptopku di sini.

Hingga akhirnya rusak pun, dia masih laku dijual loh 😢 sungguh terharu. Di tempat aku menjualnya kemarin, berakhirlah kisah kami selama hampir 5 tahun ini. Terima kasih laptopku 😊

Only Miss The Sun When it Starts to Snow

pexels-photo-263370.jpeg

Pernah gak kita yang tinggal di negara tropis ini berterima kasih akan adanya matahari? Tau gak sih kalau di bagian lain bumi ini ada orang-orang yang setiap hari cuma bisa lihat langit mendung, sampai-sampai sinar matahari dan langit biru itu sangat ditunggu-tunggu? Begitu langit cerah dikit mereka akan ‘merayakan’ dengan berjemur dan melakukan banyak kegiatan di ruang terbuka.

Seperti penggalan lagu yang jadi judul post ini. Terkadang kita gak menyadari bahwa hal-hal yang ada di keseharian kita itu berharga. Malah bahkan sering. Dan kita baru akan sadar, saat hal itu udah gak ada lagi.

Saya udah berbulan-bulan nih di rumah aja. Saya juga udah bikin daftar cerita apa aja yang bisa dipost di blog. Tapiiiiii, coba lihat sekarang ada berapa post yang terbit setelah 1 April? Baru 5. Padahal……. di daftar yang saya bikin ada…………… 15.

“Ke mana aja sih saya? Ngapain aja berbulan-bulan ini?”

Pertanyaan itu pun gak muncul begitu saja. Pertanyaan itu perlu dimunculkan melalui peristiwa besar. Gak cuma satu tapi dua peristiwa.

Pertama, charger laptop saya rusak. Gak tau sih apanya yang rusak. Pokoknya daya listriknya kadang masuk kadang nggak gitu ke laptopnya. Jadi kalau chargernya lagi bener, saya selalu usahain untuk isi baterainya sampai full. Saya masih bisa isi full baterai laptop saya untuk dipakai (nonton) sampai habis.

Kedua, waktu saya mau nyalain laptop dan ngetik password dan klik enter…tiba-tiba, kok, gak bisa? Yaudah saya klik tombol panahnya pakai mouse. Loh, kok? Passwordnya salah? Setelah dicek, ternyata memang ada huruf yang kurang. Akhirnya saya ulang dari awal dan perhatiin satu-satu hurufnya. Beneran. Huruf l sama p nya gak mau muncul dooooong. Di sini baru sadar kalau tombol enternya berarti error juga huaaaaa. *nangis* Untungnya saya inget ada on-screen keyboard. Begitu muncul layar desktop saya langsung buka Ms. Word buat cek semua tombol.

Hiks.

Ada 8 tombol aja gengs yang error.

Termasuk

Enter

dan

space bar

-_________________-

*nangis makin kejer*

Tamat lah riwayat. Mau ngetik apa coba tanpa enter dan space bar? Pake on-screen keyboard mau sampai kapan? Buat nonton video juga ribet lah kalau mau pause harus pake mouse. Hiks.

Menyerah, saya bawa laptopnya ke service center. Katanya kalau baterai gak mau di-charge masalahnya bisa macem-macem antara charger, port, baterai, atau mainboardnya. Kalau keyboard mah ya udah lah pasti keyboardnya rusak, gak tau kenapa mungkin dia lelah. Yaudah dicek dulu tuh rusaknya di mana. Seminggu berlalu, gak dikabarin juga. Akhirnya saya yang telpon ke sana.

Apa mau dikata. Laptop saya sakitnya udah komplikasi karena yang rusak di mana-mana T_T. Termasuk mainboardnya. Tau lah ya kalau mainboard rusak, semua orang bakal nyaranin untuk beli baru aja daripada diservis. Apalagi ini mainboard dan kawan-kawan. Ya gimana enggak, ini mainboard dll totalnya sejuta enam ratus. T_______T

Jadi ya begitu. Saya baru sadar selama ini saya menyia-nyiakan laptop saya. Cuma buat nonton aja terus. Padahal kan saya bisa bikin banyak tulisan ya. Saya bisa bikin apapun lah yang produktif pokoknya. Begitu rusak baru deh nyesel. Untung aja rusaknya bukan yang mati total, jadi data-data bisa diamankan. Untung juga masih ada laptop adik yang jarang dipakai, jadi saya bisa posting tulisan ini.

Semoga segera ada rezeki buat beli laptop baru dan semoga peristiwa ini jadi pengingat supaya saya nggak “only miss the sun when it starts to snow” lagi ya.

Cheers!